Sejarah Asal Usul Nama Desa Juruan Laok
desajuruanlaok.com - Penamaan Desa Juruan Laok dan Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak lepas dari sosok dua wanita cantik.
Kami tidak menemukan sumber siapa nama dua wanita itu. Namun, dalam legenda disebutkan bahwa keduanya adalah istri dari seorang pria sakti mandraguna di zamannya. Saat itu, ia memimpin dua desa sekaligus. Ia bernama, K. Langseng.
Ia mendapat julukan H. Ali yang berkuasa sebelum tahun 1898 atau yang diperkirakan pada masa kepemimpinan Sumenep, R. Mohammad Saleh dengan julukan Pangeran Notokusumo III (1854-1879). Saat itu, masa pemerintahan kolonial Belanda.
K. Langseng disebut-sebut pemeluk agama Islam yang taat. Selama kepemimpinannya, dikenal bijaksana dan disukai oleh warganya. Ia menempati Dusun Somor Perreng dan merupakan kerabat dari kalangan penyebar agama Islam di Somber Tombet, Batuputih.
Penamaan Desa Juruan Laok dan Desa Juruan Daya, berawal saat K. Langseng mendapati kedua istrinya duduk berjajar (Jar Jajar, Madura) di sebuah bukit.
Saat ini, bukit tersebut dikenal dengan sebutan Bukit Jajar (Nong Jajar, Madura) dan masuk wilayah Desa Badur. Sebuah desa yang berdampingan disebelah utara Desa Juruan Daya.
Kala itu, K. Langseng meminta kedua istrinya untuk pulang. Satu diminta pulang ke arah “Deje” (utara) dan istri yang satunya diminta pulang ke arah “Laok” (Selatan).
Dalam perkembangannya, dua kata tersebut dipopulerkan dan disempurnakan menjadi kata akhir dari dua nama desa, yakni Daya (utara) dan Laok (selatan).
Sedangkan Juruan berasal dari kata “Jeruan” yang merupakan bahasa Jawa. Artinya, bagian dalam. Kata tersebut bentuk ungkapan buah hati pada dua perempuan cantik tersebut.
Dari peristiwa itu, lahir nama dua desa tersebut, yakni Desa Juruan Laok dan Desa Juruan Daya.(berbagai sumber/Hakim/Hartono)
Sumber: potalmadura.com

0 Response to "Sejarah Asal Usul Nama Desa Juruan Laok"
Posting Komentar